Wanita memang makhluk special. Selain memiliki kelembutan, wanita dianugerahi organ reproduksi yang memberikan keistimewaan untuk melahirkan anak sebagai generasi penerus.
Sesuai sikuls alaminya, wanita mengalami beberapa fase yang berdampak pada perubahan fisik. Sebut saja mulai dari mengalami menstruasi, mengandung, melahirkan dan menopause.
Untuk yang disebutkan terakhir, menopause merupakan sebuah perubahan alamiah yang umumnya terjadi pada tiap wanita yang menginjak usia 40 tahun ke atas, yaitu ketika masuk pada akhir masa reproduksi. Kendati pada masa tersebut terjadi perubahan hormone, fisik dan psikososial, tetapi menopause bukan berarti penyakit. Fase tersebut adalah bagian dari biologi.
Menopause ditandai dengan perubahan siklus menstruasi, yang dimulai dengan frekuensinya yang kunjung tidak teratur hingga pada akhirnya berhenti total ketika menginjak usia sekitar 50 tahun. Penyebabnya, periode menstruasi berhenti karena indung telur tidak lagi mereproduksi hormone estrogen dan progresteron.
Nah, ketika seorang wanita sudah memasuki tahap tersebut, ada beberapa gejala yang dapat dialami, antara lain gejala hot flushes (semburan panas dari dada hingga wajah), night sweat (berkeringat pada malam hari), dryness vaginal (kekeringan vagina), penurunan daya ingat, insomnia (susah tidur), depresi, fatigue (mudah capek). Selain itu, gejala lainnya adalah penurunan libido, drypareunia (rasa sakit ketika berhubungan suami istri), incontinence urinary (sering buar air kecil), dan berat badan bertambah. Sementara itu, dampak lain yang kerap terjadi adalah kaum wanita semakin rentan terhadap risiko penyakit keropos tulang alias osteoporosis ketimbang kaum pria pada usia yang sama.
Asupan nutrisi
Menopause tidak perlu ditakuti. Ketika memasuki tahapan itu, sebaiknya wanita menyiapkan diri dengan terus menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolah raga dan elemen penting lainnya adalah rutin mengasup makanan bernutrisi.
Menurut buku Gizi Wanita Aktif karangan dr. Luciana B. Sutanto MS, SP, GK komponen seperti hormone estrogen dapat dijumpai di tumbuhan dengan sebuta fitoestrogen. Komponen ini banyak ditemui dalam kacang kedelai beserta hasil olahannya, yang dapat membantu menggantikan kerja hormone estrogen yang menurun saat menopause.
Selain kedelai, fitoestrogen juga dapat ditemukan di dalam brokoli, wortel, jeruk, cabai, dan tomat. Di samping membantu meredakan keluhan menopause, komponen ini berperan untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, serta mencegah penyakit jantung dan osteoporosis.
(disadur dari berbagai sumber)


0 komentar:
Posting Komentar